Sabtu, 10 Oktober 2020

Artikel Novia

 Menaklukan Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di masa Pandemi Covid-19

Sejak ditetapkanya Sosial Distance untuk mencegah penyebaran wabah virus Covid-19 di Indonesia, maka terjadilah pembatasan pertemuan dalam skala besar yang juga berdampak pada dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang awalnya dengan sistem tatap muka dikelas, berganti mengharuskan sistem pembelajaran disekolah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) secara online.  Sedangkan kesiapan dalam menghadapi hal tersebut masih sangat kurang dan terbatas. Mengingat semua terjadi secara mendadak dan minim pengalaman. Namun karena wabah Covid belum berakhir maka mau tidak mau dunia pendidikan terutama guru dan siswa dituntut untuk menyesuaikan diri.

Tujuan pembelajaran jarak jauh  (PJJ) pada dasarnya adalah untuk tetap memberikan layanan pendidikan kepada siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara tatap muka dengan memnfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).  Baik itu melalui Whatsapp grub kelas, Facebook, Google classroom dll yang bersifat terbuka, belajar mandiri, dan belajar tuntas.

Dalam hal ini, Pembelajaran jarak jauh yang telah berjalan beberapa bulan terakhir memiliki beberapa tantangan, diantaranya :

1.    Keluhan peserta didik yang tidak memiliki gadget android atau peserta didik yang meminjam gadget orang tuanya. Sehingga mereka tidak dapat tepat waktu mengikuti pembelajaran daring dikarenakan gadget yang digunakan untuk belajar secara daring masih dibawa orangtuanya bekerja.

2.  Keluhan beberapa orangtua yang keduanya sama-sama bekerja, sehingga tidak dapat memantau atau membimbing secara langsung putra-putrinya ketika pembelajaran daring berlangsung. Akibatnya siswa malas mengerjakan tugas dan jarang hadir atau jarang mengikuti pembelajaran.

3.  Kuota pulsa terbatas (sebelum diberikan bantuan kuota oleh pemerintah) atau jaringan sinyal yang lemah. Karena ada beberapa siswa yang pulang ke kampung halaman dikarenkan orangtuanya tidak lagi dapat bekerja karena  dampak pandemi Covid-19.

4.  Banyak siswa yang merasa jenuh dengan pembelajarn jarak jauh (daring) karena tidak dapat bertemu dan bermain dengan teman-temanya.

          Solusi untuk mengatasi hal tersebut untuk keluhan pertama yaitu guru menghubungi siswa via telp minimal sekali dalam seminggu untuk memberikan tugas kepada siswa untuk seminggu kedepan. Karena kendala keterbatasan teknologi, maka sebaiknya materi atau tugas yang diberikan tidak terlalu banyak/berat dan tetap sesuai dengan kurikulum silabus pembelajaran.  Serta menyesuaikan dengan salah satu pokok kebijakan baru Kemendikbud RI tentang Program Merdeka Belajar yaitu menerapkan asesmen kompetensi minimum dan survey karakter yang menekankan kemampuan penalaran literasi dan numerik. Hal ini juga dapat diterapkan untuk mengatasi keluhan yang ke 3. Sedangkan untuk poin ke 2 dan 4, disini guru memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan kreatifitas dalam mengelola media atau metode untuk menympaikan materi dalam pembelajaran jarak jauh. Jika siswa malas atau tidak ada semangat untuk belajar maka ilmu dan hasil yang diperoleh juga tidak akan maksimal. Oleh karena itu, peran guru disini dituntut untuk memberikan metode belajar yang bervariasi kepada siswa supaya siswa senang dan memiliki semangat untuk belajar sekalipun memalui pembelajaran jarak jauh. Suatu contoh misalnya memberikan video pembelajaran , quiz, percobaan sederhana, games edukasi, project based learning misalnya mengajak siswa membuat video gabungan hasil karya literasi dan numerasi dalam suatu grub.

          Momen ini akan menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk lebih memahami dan membantu tantangan belajar anak-anak mereka. Dan situasi ini akan memberikan pelajaran yang baik serta menjadi media untuk memperbaiki diri,baik bagi siswa,guru ataupun orangtua. Karena cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah keluar dari zona nyaman dan siap untuk beradaptasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Novia 2

KEBIJAKAN ASESMEN NASIONAL DARI MAS MENTRI Peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari Merdeka Belajar dengan mendorong mutu...